Cara Memberi Makan Kucing Sakit

Kucing sakit biasanya akan menjadi sulit makan. Porsi makannya menjadi lebih sedikit atau malah tidak mau makan sama sekali. Padahal kucing sakit tetap butuh asupan makanan yang cukup untuk proses pemulihan. Pada kondisi ini, kebanyakan pemilik kucing biasanya akan panik dan bertanya-tanya bagaimana cara terbaik memberi makan kucing sakit. Apakah kamu salah satunya? Jika ya, kamu wajib baca artikel ini sampai selesai. Berikut cara memberi makan kucing sakit yang saya kutip dari goldenmaze.net.

1. Berikan Makanan dengan Variasi Rasa Baru

Cara pertama memberi makan kucing sakit adalah dengan menyajikan makanan dengan variasi rasa baru. Baik itu dari merek yang biasa digunakan, atau malah merek yang berbeda. Sepengalaman saya, cara ini cukup berhasil pada kucing dengan kondisi penyakit yang tidak terlalu berat. Jadi, tidak ada salahnya untuk kamu coba dulu, ya.

Saat mencoba cara ini, saran saya, coba pilih rasa makanan yang berbau tajam untuk memancing nafsu makan kucingmu. Jangan lupa juga memperhatikan bagaimana kandungan nutrisi, serta bentuk dan tekstur kibblenya. Sesuaikan dengan kondisi sakit kucingmu. Kira-kira bisakah si kucing mengonsumsi dryfood dengan tekstur yang keras dan besar? Atau justru lebih baik diberikan dryfood dengan bentuk kibble yang kecil dan tidak terlalu keras?

Selanjutnya, bagaimana cara menyajikan variasi makanan baru ini untuk si kucing? Ada baiknya jangan langsung mengganti makanannya begitu saja. Kucing juga memerlukan penyesuaian dengan makanan barunya. Coba campurkan makanan baru tersebut dengan makanan yang lama. Kamu bisa coba dulu dengan perbandingan ¾ makanan lama dan ¼ makanan baru. Kalau si kucing sudah mulai mau memakannya, pelan-pelan kamu bisa campurkan lagi dengan perbandingan ½ makanan lama dan ½ makanan baru. Dari sini, coba sambil cek, ketika si kucing makan, dryfood mana yang paling banyak dimakan? Apakah lebih banyak makanan yang lama atau justru makanan dengan rasa yang baru?

Sebagai catatan, cara ini agak tricky karena perlu beberapa kali percobaan untuk mengetahui mana varian rasa dan merek yang disukai oleh kucingmu. Solusinya, saat membeli dryfood baru, cobalah dengan kemasan yang paling kecil dulu saja. Biar tidak mubazir kalau ternyata dryfood tersebut tidak cocok dengan selera kucingmu.

2. Berikan Makanan Basah

Kalau cara pertama belum berhasil, kamu bisa mencoba cara kedua ini, yaitu memberikan makanan basah (wetfood). Kucing yang sakit biasanya kesulitan untuk menelan makanan dengan tekstur yang keras dan kering. Nah, dengan wetfood, kucingmu bisa mendapatkan asupan makanan yang teksturnya lebih lembut dan cukup berair. Apalagi kebanyakan wetfood memiliki aroma yang sangat tajam sehingga akan memancing nafsu makannya. Jangan lupa, pilih varian rasa yang sesuai dengan kesukaan kucingmu, ya.

Nah, bagaimana cara memberikan wetfood ini untuk kucing yang sedang sakit dan tidak mau makan? Pertama, kamu bisa langsung menyajikannya. Jangan langsung menyajikan dalam porsi yang banyak. Coba sedikit dulu untuk mengecek apakah si kucing memang suka dengan wetfood yang kamu berikan. Kemudian, letakkan piring makanan berisi wetfood tersebut di dekat si kucing. Tujuannya supaya ia bisa mencium aroma makanan dan datang mendekat untuk makan. Kedua, kalau kucingmu tidak kunjung menyentuh wetfood tersebut, coba oleskan sedikit ke mulut atau ke dekat hidung si kucing. Sepengalaman saya, cara ini lebih efektif untuk memancing rasa penasaran dan nafsu makan kucing. Tanpa dipaksa, si kucing akan datang dan makan dengan sendirinya.

3. Beri Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering

Yemima, anggota Komunitas Kucing Domestik Semarang – pernah menceritakan salah satu cara yang biasa ia gunakan untuk memberi makan kucing sakit. Ia menyarankan agar kucing diberi makan dalam porsi kecil, tetapi frekuensinya sering.

Contohnya, saat kondisi sehat, kucing akan makan 3 kali sehari, dengan porsi 2 sendok takar sekali makan. Ketika si kucing sakit dan tidak mau makan, kamu bisa coba memberi makan hingga 6 kali sehari dengan 1 sendok takar saja untuk sekali makan. Atau, sesuaikan saja jumlah takaran dan frekuensi pemberian makannya dengan kondisi kesehatan serta respon kucingmu. Cara ini juga sudah beberapa kali saya coba dan memang terbukti berhasil.

Kenapa harus dengan cara ini? Menurutnya, kucing yang sakit perlu terus dipancing nafsu makannya dengan makanan yang selalu fresh. Masalahnya, kucing sakit biasanya jarang menghabiskan makanannya. Makanan yang tersisa tersebut akan mengalami perubahan aroma dan tekstur kalau terlalu lama terpapar udara. Kalau sudah begini, dijamin si kucing akan semakin enggan untuk mengonsumsi sisa makanannya.

4. Bantu Suapi Kucing Menggunakan Jari

Cara berikutnya untuk memberi makan kucing sakit adalah dengan membantu menyuapinya. Kamu bisa langsung menggunakan jari (tangan kosong), tanpa bantuan alat apa pun. Saran saya, gunakan varian makanan basah (wetfood). Makanan basah dengan tekstur yang lembek akan mudah untuk dibentuk menjadi bola-bola kecil atau digepengkan. Lalu, bagaimana cara menyuapinya? Mudah, kok. Ikuti beberapa langkah berikut ini:

Pertama, usahakan memosisikan kucing dalam kondisi menyamping. Ini akan memudahkanmu untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Kedua, gunakanjari telunjuk dan jempol untuk menekan kedua sisi rahang belakang kucing. Lakukan perlahan sampai si kucing membuka mulutnya.

Ketiga, saat mulut kucing terbuka, segera masukkan makanan yang sudah dibentuk tadi ke dalam mulutnya. Jangan dilempar, ya, tapi dorong makanannya sampai ke lidah bagian belakang. Di posisi ini biasanya kucing akan langsung berusaha menelan makanan yang masuk.

Keempat, kalau makanan sudah berhasil masuk, segera tutup mulut si kucing dan pegang bagian moncongnya sebentar. Tujuannya supaya makanan ditelan dan tidak dikeluarkan lagi oleh si kucing. Dengan tangan lainnya, kamu bisa sambil mengelus-elus bagian dagu hingga bawah leher kucing untuk membuatnya nyaman.

Memberi makan kucing sakit dengan cara ini membutuhkan kesabaran ekstra. Kamu harus memberikannya sedikit demi sedikit dan tidak boleh terburu-buru supaya kucing tidak tersedak.

5. Gunakan Spuit untuk Memasukkan Makanan

Saya biasanya menggunakan cara ini saat kucing yang sakit sudah kesulitan menelan makanan padat. Kamu bisa membeli spuit (alat suntik tanpa jarum) di apotek atau petshop terdekat. Untuk memberi makan kucing sakit menggunakan spuit, ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan.

a. Ukuran Spuit

Saya biasanya menggunakan spuit berukuran 3cc atau 5cc. Kedua ukuran tersebut lebih mudah untuk diselipkan ke dalam mulut kucing. Saya pernah mencoba dengan spuit yang berukuran lebih besar. Harapannya, makanan yang keluar ke dalam mulut kucing bisa lebih banyak. Namun, saya justru kerepotan menyelipkan spuit tersebut ke dalam mulut si kucing.

b. Tekstur Makanan

Pastikan makanan yang kamu berikan bertekstur lembut dan cukup berair agar mudah keluar dari ujung spuit. Coba gunakan varian wetfood kitten. Kebanyakan tekstur wetfood kitten sudah sangat lembut, berair, dan tidak terlalu banyak potongan-potongan daging. Tidak punya wetfood kitten? Alternatif lain, kamu bisa menggunakan dryfood. Rendam beberapa menit di air hangat. Ketika nanti dryfoodnya mengembang, kamu bisa hancurkan pelan-pelan hingga teksturnya menjadi lembut dan cukup berair.

c. Langkah Memberi Makan Kucing Menggunakan Spuit

Pertama, sterilkan spuit dengan cara merendamnya di air hangat selama beberapa menit.

Kedua, tenangkan kucingmu dengan cara mengelus atau mengajaknya ngobrol. Kalau si kucing sudah terlihat nyaman, coba atur posisinya menjadi terlentang ke samping.

Ketiga, pegang perlahan bagian leher atas si kucing. Tujuannya untuk memudahkanmu saat harus menyelipkan ujung spuit ke dalam mulutnya. Pada tahap ini, kalau si kucing menunjukkan tanda-tanda berontak, ada baiknya kamu membungkus kucingmu dengan handuk atau kain terlebih dahulu supaya tidak mencakar.

Keempat, kalau si kucing sudah tenang dan posisinya tepat, kamu bisa mulai memasukkan ujung spuit ke dalam mulutnya. Masukkan perlahan dari sisi kiri atau sisi kanan mulut kucing, lalu tarik perlahan sampai ke arah belakang. Kalau tepat, nantinya mulut kucing akan terbuka dengan sendirinya. Cara ini wajib kamu lakukan, ya. Jangan sekali-kali mencoba menyuapi dari mulut bagian depan karena berpotensi membuat si kucing tersedak.

Kelima, tekan spuit secara perlahan untuk mengeluarkan makanan. Tidak perlu menekan spuit terlalu keras atau terburu-buru agar kucing bisa menelan makan yang masuk dengan baik.

d. Perlengkapan

Cara memberi makan kucing dengan menggunakan spuit ini sebenarnya akan sedikit merepotkan. Apalagi kalau kamu tidak terbiasa melakukannya. Kucing sangat mungkin merasa tidak nyaman dan akhirnya berontak karena dipaksa makan. Jadi, siapkan dulu beberapa perlengkapan ini sebelum kamu mulai menyuapinya dengan spuit:

  • Tisu basah atau kain lap lembut. Fungsinya untuk membersihkan mulut, kaki, atau bagian tubuh lain yang terkena tumpahan makanan.
  • Handuk atau kain tebal untuk membungkus tubuh kucing agar tidak berontak dan mencakar saat sedang disuapi.

6. Masukkan Makanan melalui Infus

Kalau lima cara di atas belum berhasil, maka alternatif berikutnya adalah terapi cairan dengan pemasangan infus. Namun, tindakan medis pemasangan infus sebagai cara memberi makan kucing yang sakit hanya boleh dilakukan oleh dokter hewan.

I Wayan Batan dari Lab Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana mengungkapkan bahwa pemilihan cairan infus perlu mempertimbangkan banyak faktor. Mulai dari kandungan elektrolitnya, asam basa, hingga kondisi kucing itu sendiri.

Ini baru akan diketahui apabila kucing sudah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter hewan. Selain itu, jangan coba-coba melakukannya sendiri di rumah karena ada risiko berbahaya dari pemasangan infus yang salah. Contohnya, tersumbatnya aliran darah hingga pembekuan darah. Oleh sebab itu, percayakan pemasangan infus ini kepada ahlinya saja, ya.

7. Berikan Makanan Cair

Cara terakhir untuk memberi makan kucing yang sakit adalah dengan memberikan asupan makanan cair. Kenapa cara ini menjadi cara terakhir? Biasanya, pemberian makanan cair diberikan saat kondisi kucing sudah sangat lemas dan ia tidak bisa makan sendiri. Untuk pemasangan infus pun sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi, satu-satunya cara adalah dengan memberi makanan cair agar si kucing tetap mendapatkan nutrisi. Makanan cair ini bisa bermacam-macam, misalnya madu atau makanan basah (wetfood) yang sudah diolah menjadi sangat encer. Kalau belum yakin, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai makanan cair apa yang paling tepat dengan kondisi kucingmu. Cara memberikan makanan cair ini bisa dengan menggunakan spuit atau sendok kecil yang langsung kamu masukkan ke dalam mulut si kucing.

Itulah 7 cara memberi makan kucing sakit yang tidak mau makan. Pastikan kamu memilih cara terbaik sesuai dengan kondisi kesehatannya. Jangan lupa, beri perhatian ekstra dengan mengelus atau mengajaknya ngobrol saat sedang diberi makan. Ini akan menenangkan si kucing sehingga ia akan lebih nyaman untuk makan. Nah, kira-kira, apakah masih ada cara lain yang belum saya sebutkan? Jika ada, jangan ragu untuk membagikannya melalui kolom komentar, ya.

Leave a Comment